Rabu, 05 Desember 2012

manfaat alpukat (badegos ronggas)


Manfaat Alpukat terbukti sangat membantu kita untuk mengatasi berbagai penyakit. Alpukat memiliki Kandungan gizi yang komplit, sehingga bisa juga dimanfaatkan untuk mempercantik diri. Bisa hidup sehat dan tampil cantik percaya diri tanpa harus repot dan tanpa mengeluarkan uang yang banyak, bisa kita dapatkan jika kita rajin mengkonsumsi buah alpukat. Tidak hanya dimakan, tapi juga bisa digunakan masker, sehingga kita tak perlu bayar mahal untuk mendapatkan kulit mulus.

Buah Alpukat paling enak jika dijadikan jus. Jadi kita pasti menyukainya, bahkan anak-anak juga gak bakalan menolak jika dibuatkan jus buah Alpukat. Selain itu buah alpukat juga sangat baik jika digunakan sebagai selingan MPASI yang kaya nutrisi. Sehingga aman jika diberikan untuk BALITA. Begitu banyak manfaatnya, simak terus info ini yang dikutip dari okezone.

Buah Alpukat mengandung nutrisi penting yang sangat dibutuhkan tubuh kita. Mengkonsumsinya tiap hari bisa menghindarkan kita dari berbagai macam penyakit berbahaya.

Kandungan Buah Alpukat diantaranya : 11 vitamin dan 14 mineral yang bermanfaat. Alpukat kaya akan protein, vitamin E, vitamin A, riboflavin (vitamin B2), niasin (vitamin B3), potasium (kalium), dan vitamin-vitamin ini berguna untuk menghaluskan kulit.

MAnfaat Buah Alpukat
  • Mengatasi Kulit kering. Buatlah masker alpukat. Caranya : ambil satu buah alpukat yang belum terlalu matang, kemudian belah menjadi dua bagian, lumatkan, dan tambahkan susu sapi asli. Lalu gunakan untuk mengatasi kulit kering anda. Bilas dengan air hanga.
  • Menyingkirkan lemak diperut. Kanndungan Alpukat yang lain adalah lemak (lemak nabati yang tergolong sehat dan bermanfaat bagi tubuh), alpukat juga mengandung senyawa fitonutrien. Senyawa fitonutrien mampu memerangi lemak perut dan menjadikannya susut dan rata. Hindari pemakaian gula tambahan dan susu kental manis yang biasa dicampurkan ketika mengkonsumsi alpukat, karena gula dan susu kental manis yang membuat gemuk.
  • Alpukat merupakan makanan terbaik diabetes. Kandungan Kalium yang tinggi dapat mengurangi kadar kolesterol jahat dan trigliserida. Juga baik untuk pengobatan diabetes. Lemak sehat di dalamnya meningkatkan kadar insulin, sehingga menurunkan tingkat gula darah.
  • Membuat Kulit menjadi kenyal. Karena Vitamin E dan vitamin A: kombinasi vitamin E dan vitamin A akan membuat kulit anda menjadi kenyal.
  • Menurunkan tekanan darah. Kandungan Potasium atau Kalium dalam bisa  mencegah pengendapan cairan dalam tubuh dan dapat menurunkan tekanan darah.
  • Menurunkan Kadar Kolesterol. Kandungan Lemak tak jenuh dalam alpukat ada lemak nabati yang tinggi yang tak jenuh. Lemak ini bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke, darah tinggi, kanker atau penyakit jantung.
  • Sebagai penangkal radikal bebas. Kandungan Asam oleat dalam alpukat merupakan antioksidan yang sangat kuat yang dapat menangkap radikal bebas dalam tubuh akibat polusi. 
  • Mencegah penyakit anemia. Karena Alpukat mengandung Zat Besi dan Tembaga: zat ini diperlukan dalam proses regenerasi darah sehingga mencegah penyakit anemia.
  • Bagus untuk jantung. Kandungan Mineral, Mangaan dan Seng dalam Alpukat  bermanfaat untuk meredakan tekanan darah tinggi, memantau detak jantung dan menjaga fungsi saraf tetap terjaga.
  • Membuat rambut berkilau. Kandungan vitamin E yang tinggi dapat digunakan untuk membuat masker alpukat untuk rambut . Caranya : hancurkan satu buah alpukat matang dengan dua sendok makan yoghurt, satu butir telur, setengah sendok teh minyak rosemary dan satu sendok teh minyak jojoba. Biarkan selama 20 menit sebelum mencucinya dengan sampo. Vitamin E membantu untuk menjaga warna rambut. 
Buah Alpukat dapat kita jadikan sebagai makanan penutup alternatif yang baik karena rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut. Alpukat merupakan salah satu buah yang bisa kita jadikan bahan yang baik dalam membuat makanan penutup lainnya. Seperti puding, jus alpukat, atau es buah dan masih banyak lagi yang lainnya. Semoga manfaat alpukat diatas bisa meberikan angin segar yang mempunyai penyakit sepert diatas.  (badegos ronggas)


Sumber: http://www.seputarwanitasehat.com/2012/10/manfaat-buah-alpukat-untuk-kesehatan

Rabu, 24 Oktober 2012

biografi tugas muhammad yusrizal


Nama         :   Muhammad yusrizal
Kelas                    :                            3kb06
Jurusan                :         sistem komputer


Tugas softskill Bahasa Indonesia
BIOGRAFI

Pada biografi ini saya menceritakan kehidupan saya dari menyenangkan, menyedihkan dan banyak lainnya, saya lahir di Jakarta tepat di mana hari H idulfitri saya lahir 5 april tahun 1992  jam 05.00 shubuh , mudah-mudahan di hari itu berkah buat saya dimana saya di namakan dengan nama nabi Muhammad SAW.
saya tumbuh besar mulai dari merangkak hingga bisa jalan, yang dari kecil di sayang ibu saya, saya berdua bersaudara saya punya kakak perempuan yang perbedaan umur yang lumayan jauh, saya tumbuh mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan sampai saat ini KULIAH ,jenjang tersebut saya merasakan susah, senang,  perteman, sosial dan lainnya, di SD saya mendapat prestasi selalu 5 besar di sekolah dan lulus masuk SMP negeri peringkat 20 dari seluruh siswa di smp tersebut prestasi mulai menurun ketika saya sudah suka bermain kemana-mana  mulai dari situ semua berubah menjadi susah di bilangin orang tua main pacar-pacaran dan saya akhir nya ujian nasional dan lulus dgn nilai buruk masuklah sekolah SMA swasta saya sedih tapi apa boleh buat saya jalani ini dgn suka hati dan riang gembira di SMA saya masuk lah jurusan IPA di sana di test dgn nilai terbaik masuk IPA alhamdulilah saya masuk IPA setelah itu byk indah nya pertemanan dari buruk menyesatkan hingga yg baik hati saya punya sahabat di saat itu 4 perempuan top di sekolah yg tergabung IPA dan IPS dan 1 laki-laki dan termasuk saya satu nya lagi dan di saat itu ada film terkenal di SCTV film kepompong kelompok ( the rainbow) saya dan sahabat sangat senang dgn film tersebut karna menceritakan persahabatan yg nyata pada waktuitu.

Saya belajar banyak dari persahabatan SMA mulai di marahin warga, di kejar anjing, ngebolos, berantem hingga juara cerdas cermat, fisika, futsal dan sepakbola kami selalu saling dukung alhamdullilah nya kami positif dari persahabatan saya di SMA .
Setelah menjalanin sekolah 3tahun akhirnya di pencapaian akhirnya saya lulus dengan baik tapi pada saat itu saya tidak ikut test smptn dll, akhir nya saya ambil universitas gunadarma untuk kuliah saya karna pada saat saya buntu sebenarnya saya ingin kerja 1 tahun dulu baru kuliah sambil kerja tetapi saya merasa saya belum bisa kerja karna hati saya sedih ketika lulus SMA saya sendiri dan teman saya 2 orang melamar di pizza sambil menunggu ijazah turun dengan memakai surat keterangan lulus saya melamar lah di perusahaan pizza tersebut kami di interview bertiga sekaligus tetapi teman saya yang dua yang keterima kerja saya malah semakin down dan saya merasa gagal untuk kerja di masa SMA, akhir nya saya fokus kuliah dan berdoa supaya banyak jalan untuk berhasil dan sukses saya  di liburan kuliah gunadarma mencoba melamar kerja freelance,parttime dll, akhir nya saya merasakan kerja sampai saat ini saya terus bantu orang tua di liburan kuliah sampai buat bayar kuliah sampai saat ini dan saya terus-terus dapat job kerja tapi saya takut fokus kuliah gagal, jadi saya kurangin kerja-kerja saya sekarang sudah fokus kuliah karna saya juga ingin fokus lulus 4 tahun di gunadarma untuk dan buat saya dan keluarga menjadi bangga buat saya, sekarang saya menjalani dengan banyak beban tapi saya bersungguh-sungguh mencoba ingin berhasil walau salah jurusan atau saya kurang peka atau meminati jurusan saya di kuliah tapi alhamdullilah dari saya yang tidak tau dan tidak bisa saya menjadi bisa dan mengerti apa itu jurusan sistem komputer sekarang saya menjalani kuliah dengan baik dan sekarang semakin ingin fokus menjalani nya dari semua sedikit yg saya ceritakan biografi tersebut sedikit saya ungkapkan untuk ini saya berterima kasih untuk dosen saya bahasa Indonesia yang memberi tugas biografi ini jadi saya sedikit banyak cerita hidup sedikit yang saya lalui walau belum semua tapi kurang lebih saya minta terima kasih dan minta maaf apa bila penulis salah kata dan pengetikan atau kurang nyambung , akhir kata perjalanan dan pengalaman hidup saya berharga carilah ilmu banyak di luar dan di dalam hidup dan dunia ini jangan jadi orang yang tertutup jika ingin berhasil dan sukses sungguh-sungguh menjalani nya . (Badegos Ronggas)


Jumat, 13 April 2012

Usability

1. usability dapat diukur mempertimbang kan beberapahal yaitu kecuali :

a. optimul , efektif , kepuasan dan biaya
b.user, task and environment dan biaya
c.optimul, efektif, kepuasan dan biaya
d.bekerja keras dan trush

2. apa yg dimaksud usability :
a. adalah prinsip ini terdapat pada interaksi atau hubungan antara manusia dengan komputer .
b. prinsip berinteraksi
c. prinsip sendiri
d.prinsip motifasi


3. usability dapat memecahkan masalah yaitu adalah :

a. paradikma dan prinsip
b.cinta dan kasih sayang
c. emosi dan permasalahan
d. efektif dan kepuasan

4Adapula Kriteria – kriteria untuk Metode Pengukuran Usability Engneering yaitu sebagai berikut  berikan 3 contoh :

a.1 Time untuk menyelesaikan tugas
2 Persen tugas selesai
3 Persen tugas selesai per satuan waktu

b.1 Rasio keberhasilan untuk kegagalan
  2Waktu yang dihabiskan dalam kesalahan
  3memecah waktu

c. cepat, berhasil dan sukses

d.1 Jumlah perintah yang tersedia tidak invoked
  2Jumlah perilaku regresif
  3Jumlah pengguna HP


5.Usability dapat dipandang dari tiga faktor utama :
a
Learnability, Fleksibilty,Robustness
b
Robustness,windows,fleksible
c
Learnability,robustness,fleksible
d
Learnability, Fleksibilty,subject



jawaban
1a
2a
3a
4a
5a

Sabtu, 26 November 2011

tentang CPM - PERT

Apa itu CPM – PERT?

PERT adalah suatu alat manajemen proyek yang digunakan untuk melakukan penjadwalan, mengatur dan mengkoordinasi bagian-bagian pekerjaan yang ada didalam suatu proyek. PERT yang memiliki kepanjangan Program Evalution Review Technique adalah suatu metodologi yang dikembangkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1950 untuk mengatur program misil. Sedangkan terdapat metodologi yang sama pada waktu bersamaan yang dikembangkan oleh sektor swasta yang dinamakan CPM atau Critical Path Method.

Metodologi PERT divisualisasikan dengan suatu grafik atau bagan yang melambangkan ilustrasi dari sebuah proyek. Diagram jaringan ini terdiri dari beberapa titik (nodes) yang merepresentasikan kejadian (event) atau suatu titik tempuh (milestone). Titik-titik tersebut dihubungkan oleh suatu vektor (garis yang memiliki arah) yang merepresentasikan suatu pekerjaan (task) dalam sebuah proyek. Arah dari vektor atau garis menunjukan suatu urutan pekerjaan.

Gambar 1. Analogi diagram PERT

Dari gambar 1 dapat diamati bahwa setiap arah panah akan menunjukan suatu urutan pengerjaan. Seperti pekerjaan 1 dilakukan terlebih dahulu (start), kemudian bisa dilanjutkan oleh pekerjaan 2, 3, 4, setelah itu pekerjaan 5,6. Titik 7 adalah titik finish dimana pekerjaan terakhir dilakukan dan merupakan akhir dari sebuah proyek. Selain menunjukkan suatu urutan pengerjaan diagram PERT juga menunjukan suatu keterikatan antar pekerjaan yang tidak dapat dipisahkan. Keterikatan itu dapat dilihat dengan contoh pekerjaan 2, 3, 4 hanya dapat dilakukan jika pekerjaan 1 sudah selesai dilakukan.

Sebuah pekerjaan yang dapat dilakukan bersamaan dengan pekerjaan lain disebut juga sebagai pekerjaan pararel (pararel task atau concurrent task). Selain itu terdapat juga sebuah aktivitas yang diwakili oleh garis putus-putus yang disebut dengan dummy activities. Dari sebuah diagram PERT dapat digunakan untuk mengetahui suatu urutan aktivitas kritis atau aktivitas yang harus dilakukan sebagai prioritas utama (critical path), penjadwalan dengan aktivitas lain, dan jumlah pekerja yang dibutuhkan.



LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKUKAN PERENCANAAN DENGAN PERT
Dalam melakukan perencanaan dengan PERT dibutuhkan beberapa langkah, yaitu:
1. Mengidentifikasi aktivitas (activity) dan titik tempuhnya (milestone).
Sebuah aktivitas adalah pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah proyek. Titik tempuh (milestone) adalah penanda kejadian pada awal dan akhir satu atau lebih aktivitas. Untuk mengidentifikasi aktivitas dan titik tempuh dapat menggunakan suatu tabel agar lebih mudah dalam memahami dan menambahkan informasi lain seperti urutan dan durasi.
2. Menetapkan urutan pengerjaan dari aktivitas-aktivitas yang telah direncanakan.
Langkah ini bisa dilakukan bersamaan dengan identifikasi aktivitas. Dalam menentukan urutan pengerjaan bisa diperlukan analisa yang lebih dalam untuk setiap pekerjaan.
3. Membuat suatu diagram jaringan (network diagram).
Setelah mendapatkan urutan pengerjaan suatu pekerjaan maka suatu diagram dapat dibuat. Diagram akan menunjukan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan berurutan(serial) atau secara bersamaan (pararell). Pada diagram PERT biasanya suatu pekerjaan dilambangkan dengan simbol lingkaran dan titik tempuh dilambangkan dengan simbol panah.
4. Memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk setiap aktivitas.
Dalam menentukan waktu dapat menggunakan satuan unit waktu yang sesuai misal jam, hari, minggu, bulan, dan tahun.
5. Menetapkan suatu jalur kritis (critical path).
Suatu jalur kritis bisa didapatkan dengan menambah waktu suatu aktivitas pada tiap urutan pekerjaan dan menetapkan jalur terpanjang pada tiap proyek. Biasanya sebuah jalur kritis terdiri dari pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa ditunda waktu pengerjaannya. Dalam setiap urutan pekerjaan terdapat suatu penanda waktu yang dapat membantu dalam menetapkan jalur kritis, yaitu :
  • ES – Early Start
  • EF – Early Finish
  • LS – Latest Start
  • LF – Latest Finish
Dengan menggunakan empat komponen penanda waktu tersebut bisa didapatkan suatu jalur kritis sesuai dengan diagram.
6. Melakukan pembaharuan diagram PERT sesuai dengan kemajuan proyek.
Sesuai dengan berjalannya proyek dalam waktu nyata. Waktu perencanaan sesuai dengan diagram PERT dapat diperbaiki sesuai dengan waktu nyata. Sebuah diagram PERT mungkin bisa digunakan untuk merefleksikan situasi baru yang belum pernah diketahui sebelumnya.


KARAKTERISTIK PERT

Dari langkah-langkah penjelasan metode PERT maka bisa dilihat suatu karakteristik dasar PERT, yaitu sebuah jalur kritis. Dengan diketahuinya jalur kritis ini maka suatu proyek dalam jangka waktu penyelesaian yang lama dapat diminimalisasi.
Ciri-ciri jalur kritis adalah:
  • Jalur yang biasanya memakan waktu terpanjang dalam suatu proses.
  • Jalur yang tidak memiliki tenggang waktu antara selesainya suatu tahap kegiatan dengan mulainya suatu tahap kegiatan berikutnya.
  • Tidak adanya tenggang waktu tersebut yang merupakan sifat kritis dari jalur kritis.

KARAKTERISTIK PROYEK
  • Kegiatannya dibatasi oleh waktu; sifatnya sementara, diketahui kapan mulai dan berakhirnya.
  • Dibatasi oleh biaya.
  • Dibatasi oleh kualitas.
  • Biasanya tidak berulang-ulang.


MANFAAT PERT
  1. Mengetahui ketergantungan dan keterhubungan tiap pekerjaan dalam suatu proyek.
  2. Dapat mengetahui implikasi dan waktu jika terjadi keterlambatan suatu pekerjaan.
  3. Dapat mengetahui kemungkinan untuk mencari jalur alternatif lain yang lebih baik untuk kelancaran proyek.
  4. Dapat mengetahui kemungkinan percepatan dari salah satu atau beberapa jalur kegiatan.
  5. Dapat mengetahui batas waktu penyelesaian proyek.

    Sumber http://cpmpert.wordpress.com/2007/06/06/apa-itu-cpm-%E2%80%93-pert/

pengertian PERT dan cpm

PERT dan CPM
1. Pengertian PERT dan CPM
PERT merupakan singkatan dari Program Evaluation and Review Technique (teknik menilai dan meninjau kembali program), sedangkan CPM adalah singkatan dari Critical Path Method (metode jalur kritis) dimana keduanya merupakan suatu teknik manajemen. Teknik PERT adalah suatu metode yang bertujuan untuk sebanyak mungkin mengurangi adanya penundaan, maupun gangguan produksi, serta mengkoordinasikan berbagai bagian suatu pekerjaan secara menyeluruh dan mempercepat selesainya proyek. Teknik ini memungkinkan dihasilkannya suatu pekerjaan yang terkendali dan teratur, karena jadwal dan anggaran dari suatu pekerjaan telah ditentukan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan.
Tujuan dari PERT adalah pencapaian suatu taraf tertentu dimana waktu merupakan dasar penting dari PERT dalam penyelesaian kegiatan-kegiatan bagi suatu proyek. Dalam metode PERT dan CPM masalah utama yaitu teknik untuk menentukan jadwal kegiatan beserta anggaran biayanya dengan maksud pekerjaan-pekerjaan yang telah dijadwalkan itu dapat diselesaikan secara tepat waktu serta tepat biaya.
CPM adalah suatu metode perencanaan dan pengendalian proyek-proyek yang merupakan sistem yang paling banyak digunakan diantara semua sistem yang memakai prinsip pembentukan jaringan. Dengan CPM, jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai tahap suatu proyek dianggap diketahui dengan pasti, demikian pula hubungan antara sumber yang digunakan dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Jadi CPM merupakan analisa jaringan kerja yang berusaha
mengoptimalkan biaya total proyek melalui pengurangan waktu penyelesaian total proyek yang bersangkutan.
Teknik penyusunan jaringan kerja yang terdapat pada CPM, sama dengan yang digunakan pada PERT. Perbedaan yang terlihat adalah bahwa PERT menggunakan activity oriented, sedangkan dalam CPM menggunakan event oriented. Pada activity oriented anak-panah menunjukkan activity atau pekerjaan dengan beberapa keterangan aktivitasnya, sedang event oriented pada peristiwalah yang merupakan pokok perhatian dari suatu aktivitas. Pengertian PERT dan CPM seperti yang dikemukakan oleh para ahli dikutipkan seperti berikut :
“Teknik PERT adalah suatu metode yang bertujuan untuk sebanyak mungkin mengurangi adanya penundaan maupun konflik dan gangguan produksi, serta mengkoordinasikan dan mengsingkronisasikan berbagai bagian dari keseluruhan pekerjaan dan mempercepat selesainya proyek. Sedangkan CPM adalah suatu teknik perencanaan dan pengendalian yang dipergunakan dalam proyek berdasarkan pada data biaya dari masa lampau (past cost data)”.
T. Hari Handoko (1993 hal. : 401) mengemukakan bahwa : “PERT adalah suatu metode analisis yang dirancang untuk membantu dalam penjadwalan dan pengendalian proyek-proyek yang kompleks, yang menuntut bahwa masalah utama yang dibahas yaitu masalah teknik untuk menentukan jadwal kegiatan beserta anggaran biayanya sehingga dapat diselesaikan secara tepat waktu dan biaya, sedangkan CPM adalah suatu metode yang dirancang untuk mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat ditentukan kapan pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi jadwal penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin”
1. Perbedaan PERT dan CPM
Pada prinsipnya yang menyangkut perbedaan PERT dan CPM adalah sebagai berikut :
a. PERT digunakan pada perencanaan dan pengendalian proyek yang belum pernah dikerjakan, sedangkan CPM digunakan untuk menjadwalkan dan mengendalikan aktivitas yang sudah pernah dikerjakan sehingga data, waktu dan biaya setiap unsur kegiatan telah diketahui oleh evaluator.
b. Pada PERT digunakan tiga jenis waktu pengerjaan yaitu yang tercepat, terlama serta terlayak, sedangkan pada CPM hanya memiliki satu jenis informasi waktu pengerjaan yaitu waktu yang paling tepat dan layak untuk menyelesaikan suatu proyek.
c. Pada PERT yang ditekankan tepat waktu, sebab dengan penyingkatan waktu maka biaya proyek turut mengecil, sedangkan pada CPM menekankan tepat biaya.
d. Dalam PERT anak panah menunjukkan tata urutan (hubungan presidentil), sedangkan pada CPM tanda panah adalah kegiatan.

Rabu, 09 November 2011

cpm dan wbs kesimpulan


CPM(CRITICAL PATH METHOD)
CPM  ADALAH PROYEK YANG DIGAMBARKAN DALAM BENTUK JARINGAN YANG DI GAMBARKAN SEBAGAI TITIK PADA JARINGAN DAN PERISTIWA YANG MENANDAKAN AWAL ATAU AKHIR DARI KEGIATAN PROYEK TERSEBUT

WBS(WORK BREAKDOWN STRUCTURE)
WBS ADALAH TUGAS-TUGAS YANG DAPAT DISELESAIKAN SECARA TERPISAH , MEMUDAHKAN ALOKASI SUMBER DAYA , PENYERAHAN TANGGUNG JAWAB , PENGUKURAN DAN PENGENDALIAN PROYEK MENJADI LEBIH MUDAH UNTUK DIKERJAKAN DAN DIESTIMASI LAMA WAKTUNYA .

Selasa, 18 Oktober 2011

Fungsi CPM (Critical Path Method) dan WBS (Work Breakdown Structure)

Fungsi CPM (Critical Path Method) dan WBS (Work Breakdown Structure)

Apa itu yang di maksdu CPM [Critical Path Method]?.

Perbedaan antara CPM dan PERT adalah bahwa CPM menggunakan satu jenis waktu untuk perkiraan waktu penyelesaian setiap kegiatan sedangkan PERT menggunakan tiga jenis waktu, yaitu : prakiraan waktu optimis, waktu paling mungkin, dan waktu pesimis.

CPM digunakan jika waktu penyelesaian setiap kegiatan diketahui dengan pasti, di mana tingkat deviasi realisasi penyelesaian disbanding rencana relatif minim atau bahkan dapat diabaikan. Sedangkan PERT digunakan pada kegiatan yang waktu penyelesaiannya tidak dapat dipastikan karena belum pernah dilakukan sebelumnya atau kegiatan tersebut memiliki variasi waktu perkiraan penyelesaian yang lebar.

Jika menilik dari sisi waktu, kedua metode ini dikembangkan hampir bersamaan. Jika PERT dikembangkan pada tahun 1950-an, CPM mulai digunakan oleh DuPont di tahun 1957.

Critical Path Method (CPM) atau Metode Jalur Kritis merupakan model kegiatan proyek yang digambarkan dalam bentuk jaringan. Kegiatan yang digambarkan sebagai titik pada jaringan dan peristiwa yang menandakan awal atau akhir dari kegiatan digambarkan sebagai busur atau garis antara titik.

CPM memberikan manfaat sebagai berikut:

Memberikan tampilan grafis dari alur kegiatan sebuah proyek,
Memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah proyek,
Menunjukkan alur kegiatan mana saja yang penting diperhatikan dalam menjaga jadwal penyelesaian proyek.
Sumber gambar : NetMBA Business Knowledge Center.



Langkah-langkah dalam perencanaan proyek menggunakan metode CPM :

Tentukan rincian kegiatan. Dari rincian kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah proyek, tambahkan informasi durasi dan identifikasikan prasyarat kegiatan sebelumnya yang harus terselesaikan terlebih dahulu.

Tentukan urutan kegiatan dan gambarkan dalam bentuk jaringan. Beberapa kegiatan akan dapat dimulai dengan sangat tergantung pada penyelesaian kegiatan lain. Relasi antar kegiatan ini harus diidentifikasi dan digambarkan secara berurutan dalam bentuk titik dan busur.

Susun perkiraan waktu penyelesaian untuk masing-masing kegiatan. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap kegiatan dapat diestimasi dengan menggunakan pengalaman masa lalu atau perkiraan dari para praktisi. CPM tidak memperhitungkan variasi waktu penyelesaian, sehingga hanya satu perkiraan yang akan digunakan untuk memperkirakan waktu setiap kegiatan.

Identifikasi jalur kritis (jalan terpanjang melalui jaringan). Jalur kritis adalah jalur yang memiliki durasi terpanjang yang melalui jaringan. Arti penting dari jalur kritis adalah bahwa jika kegiatan yang terletak pada jalur kritis tersebut tertunda, maka waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan otomatis juga akan tertunda.

Pada jalur selain jalur kritis, akan ditemui waktu longgar/waktu toleransi (slack time) yaitu sejumlah waktu sebuah kegiatan dapat ditunda tanpa menunda penyelesaian proyek secara keseluruhan.

Update Diagram CPM. Pada saat proyek berlangsung, waktu penyelesaian kegiatan dapat diperbarui sesuai dengan diperolehnya informasi dan asumsi baru. Sebuah jalur kritis baru mungkin akan muncul, dan perubahan bentuk jaringan sangat mungkin harus dilakukan.

Keterbatasan CPM adalah digunakannya satu angka perkiraan waktu penyelesaian bagi setiap kegiatan. Jika memang dibutuhkan perencanaan proyek yang lebih kompleks, metode PERT dengan tiga varian waktu perkiraan akan dapat memberikan aternatif perkiraan waktu penyelesaian proyek yang lebih terbuka.

....................................................................

apa itu yang di maksud WBS[ Work Breakdown Structure]?


WBS adalah proses heirarkis yang membagi pekerjaan proyek menjadi elemen - elemen pekerjaan yang lebih kecil penggunaan WBS membantu meyakinkan manajer proek bahwa semua produk dan elemen pekerjaan yang telah diidentifikasikan dan WBS digunakan sebagai basis pengendalian

Perbedaan planning, estimating, dan scheduling :

* Planning : identifikasi kegiatan (tanpa menetapkan waktu awal dan waktu selesai)
* Estimating : menentukan ukuran dan durasi kegiatan
* Scheduling : menambahkan waktu awal dan waktu akhir kegiatan serta menentukan resource

Langkah-langkah project planning :

* Menentukan tujuan dan ruang lingkup proyek
* Memilih daur hidup perangkat lunak
* Menentukan organization dan team form -> kriteria yang diperlukan
* Memulai seleksi tim : berdasarkan knowledge dan expertise (pengalaman)
* Menentukan risiko : risiko kegagalan proyek, waktu, biaya, SDM
* Membuat Work Breakdown Structure (WBS) : task-task pada point 2 diperinci, kalau terlalu lama bisa dipecah antara 8-80 jam
* Identifikasi task
* Estimasi ukuran : lamanya proyek, banyaknya tim, banyaknya fungsional
* Estimasi effort : lamanya mengerjakan, biaya
* Identifikasi task dependecy : membuat Gantt Chart
* Assign resource : identifikasi staf-staf yang bertanggung jawab terhadap task
* Schedule work

Alasan pembuatan dan estimasi WBS : waktu (jadwal), pengelolaan, alat komunikasi.

Perbedaan activity dan task :

* Activity : kumpulan task
* Task : kerja terkecil yang tidak dapat dibagi lagi

Elemen-elemen proyek : fungsi, activity, task.

Macam-macam WBS :

* Contract WBS (CWBS) : high level tracking, 2 atau 3 level pertama untuk progress report (RFP / RFQ)
* Project WBS (PWBS) : lowest level tracking, dibuat untuk manajer

Tipe-tipe WBS :

* Process WBS : activity-oriented. Contoh : requirement, analysis, design, coding, testing, maintenance
* Product WBS : entity-oriented. Contoh : financial engine, interface, database
* Hybrid WBS : gabungan antara process WBS dan product WBS

Work package adalah istilah umum untuk task-task diskrit dengan hasil akhir yang sudah ditentukan.

Jika terjadi kemunduran waktu, jadwal proyek boleh direvisi.